Diantara Do’a Pertama dan Terakhirku Untukmu
Pagi ini tampak berbeda dengan pagi pagi yang sebelumnya. Biasanya aku bangun jam 05.00 am, tapi tidak dengan hari ini hari ini aku bangun jam 06.30 am. Sedih,marah,lemas,lelah sudah berjangkit ditubuhku hari ini. Dengan mata yang merah dan lebam aku mulai memaksa untuk membukanya. Semua itu akibat dari tangis kepedihanku tadi malam. Betapa tidak...orang yang sangat aku cintai,yang sudah membuat ku tesenyum disetiap kesendirianku ternyata dia hanya datang untuk menyakitiku dan terus kabur menghilang tanpa memikirkan laraku. Dengan sebuah kejujurannya yang begitu pahit, dia memilih bersama orang lain,bahagia dengan orang lain.Dan ternyata selama ini aku hanya seorang gadis simpanannya. Wah.....hancur banget hatiku mendengar kejujuran dari si dia.
Tapi sudahlah dengan hati yang ku paksa untuk melupakan kejadian itu,aku bersiap siap pergi kesekolah. Tak ada waktu untuk sarapan hari ini. Dengan sepeda kesayanganku aku berangkat ke sekolah sendirian. Disetiap langkah dan pandanganku, aku berusaha menahan mataku agar tidak mengeluarkan air suci dari mataku,dan ku paksa hatiku agar tidak mengeluh untuk lara hari ini. Sesedikit mataku melirik kesana kemari,kesetiap sudut di sekolah terlihat sepasang kekasih yang sedang menikmati waktu istirahat bersama. Air mataku seakan mulai memberontak dan siap untuk jatuh ke hamparan tinggi di wajahku.
Sudah tak tertahan lagi,hatiku iri melihat mereka. Saat hamparan tinggi diwajahku teraliri air yang deras,tepat disampingku ada sahabat yang siap membendung air itu TEIKA namanya,dia sahabat yang mengerti akan semua masalahku. Bel pulang berbunyi,dengan wajah yang memelas aku pulang ke rumah.tak disangka pulang sekolah aku bertemu si dia. Oh....remuk rasanya,saat dia menyapaku aku hanya membalas dengan kata yang jutek(senang bertemu dia,tapi sakit juga melihat tampangnya). Di rumah tak bnyak aktivitas yang ku lakukan. Disetiap sholatku,aku selalu berdo’a “ya ALLAH kalau memang saya tidak bisa bersama dia lagi jauhkan dia dari hidup saya dan hilangkan rasaku untuknya,dan bila saya bisa bersama dia dekatkanlah kami kembali dan satukan rasa kita” hatiku tak bisa berbohong aku masih sayang banget sama dia.
Satu bulan sudah berlalu,nampaknya tuhan mengabulkan do’a ku,aku sudah jarang bertemu dia.tapi hatiku masih berharap padanya. Setelah berjalan dua bulan aku mulai rindu dengannya do’aku jauh darinya sudah terkabulkan tapi hati saya tidak bisa jauh dari dia.huh.......aku pun berdo’a lagi di setiap sholatku “ya ALLAH dekatkanlah kembali saya dengan dia,pertemukanlah kembali saya dengan dia,hadirkanlah kembali rasanya yang tulus untukku,hati saya tidak bisa tanpanya”.tapi saya mulai ragu dengan do’a ku ini. Sampai sekarang sudah hampir lima bulan saya tidak pernah bertemu dia,padahal jarak antara aku dengan dia tidak begitu jauh. Haduh.....aku tidak tahu dengan rasaku ini,tuhan tidak mengabulkan do’aku ini. Aku mulai menyesal dengan ucapan yang selalu aku ucapkan 5 bulan kemarin.
Sekarang aku bingung diantara semua ini,aku tidak pernah bertemu dia lagi. Apalagi aku sekarang sudah tahu dia bahagia dengan pasangan . Tapi kenapa hatiku tidak bisa berpaling darinya,bahkan untuk menerima cinta yang lain. Seakan hatiku ingin bertahan dan setia hanya untuknya. Dan satu pertanyaan yang masih terbayang dalam fikiranku,”Kenapa tuhan mengabulkan do’aku jauh dari dia,tapi tidak untuk hilangnya rasaku untuknya”padahal do’a itu saya ucapkan dalam 1 paket untuk hidup saya. sungguh membingungkan....
Salam rindu untukmu “RIDIK”
Setidaknya aku pernah memilikimu walau tak lama
Hal itu sudah membuatku bahagia J
epreketek
BalasHapuselae wikkkk....seng apik t nek coment
BalasHapus